TIMES JAMBI, JAKARTA – China menyatakan akan melindungi kepentingannya secara tegas menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam akan menerapkan tarif 25% bagi semua negara yang masih berdagang dengan Iran. Pernyataan itu disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning.
“Perang tarif tidak memiliki pemenang. China akan dengan tegas melindungi hak dan kepentingannya yang sah dan sesuai hukum,” kata Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (13/1/2026). Ia juga menegaskan penolakan China terhadap campur tangan dalam urusan internal negara lain dan penggunaan ancaman kekerasan dalam hubungan internasional.
Trump mengumumkan kebijakan tarif tersebut melalui akun Truth Social miliknya pada Senin (12/1/2026), menyebutnya berlaku serta merta, final, dan mengikat—meski rincian penerapannya belum jelas. Sebelumnya, Trump berulang kali menyatakan akan menyerang Iran jika negara itu menggunakan kekuatan berlebihan untuk meredam protes dalam negeri.
Aksi protes besar di Iran telah berlangsung sejak akhir Desember 2025 akibat merosotnya nilai mata uang rial dan tekanan ekonomi dengan inflasi mencapai 38,9%. Menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA), korban tewas telah mencapai 646 orang dan lebih dari 10.700 orang ditangkap.
Mao Ning menyatakan China mendukung Iran menjaga stabilitas dan mengharapkan semua pihak bertindak untuk perdamaian di Timur Tengah. “Kami mengikuti perkembangan situasi di Iran dengan saksama. Kami akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi keselamatan warga negara China,” ujarnya.
China adalah salah satu mitra ekspor terbesar Iran, terutama untuk minyak. Namun, ekspor Iran ke China telah turun tajam dari puncaknya US$21 miliar pada 2018 menjadi hanya US$2,9 miliar dalam 11 bulan pertama 2025, menyusul kekhawatiran atas sanksi AS.
Jika tarif 25% atas negara yang berdagang dengan Iran benar-benar diterapkan, dikhawatirkan barang-barang China di pasar AS dapat terkena tarif kumulatif hingga 55%, mengingat tarif efektif saat ini untuk barang China ke AS sudah di atas 30%. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Tanggapi Ancaman Tarif Trump ke Negara yang Berdagang dengan Iran, China Imbau AS Tak Gunakan Ancaman Kekerasan
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Faizal R Arief |