Wujudkan Generasi Emas Indonesia, Mouly Maesaroh Usung Advokasi Bijak Bermedia
Gerakan ini lahir dari pengamatan Mouly terhadap besarnya pengaruh media sosial dalam membentuk pola pikir, keputusan, hingga gaya hidup anak muda.
JAMBI – Suasana kehidupan digital yang semakin lekat dengan keseharian anak muda mendorong hadirnya berbagai gerakan positif di tengah masyarakat.
Di Kota Jambi, seorang mahasiswi bernama lengkap Mouly Maesaroh mengambil peran aktif untuk merespons fenomena pesatnya arus informasi di jejaring sosial.
Anak pertama dari dua bersaudara yang kini menginjak usia 19 tahun tersebut berupaya menggabungkan latar belakang keilmuannya di bidang kesehatan dengan kegemarannya dalam dunia digital.
"Lewat langkah konsisten saya bertekad mengubah ruang siber menjadi sarana edukasi yang aman, bermanfaat, serta tepercaya bagi tumbuh kembang generasi muda," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (19/8/2026).
Pendidikan Kedokteran dan Gerakan Bijak Bermedia
Sebagai mahasiswi Kedokteran di Universitas Adiwangsa Jambi, Mouly menginisiasi sebuah gerakan sosial bernama Healthy Media, Healthy Generation: Bijak Bermedia untuk Generasi Emas.
Gerakan ini lahir dari pengamatannya terhadap besarnya pengaruh media sosial dalam membentuk pola pikir, keputusan, hingga gaya hidup anak muda.
Dalam hal ini lebih lanjut melalui akun media sosial Instagram @moulyyy___ dan TikTok @moulyyyy_, ia secara aktif membagikan konten edukatif seputar kesehatan dan pengembangan diri.
Mouly menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis agar masyarakat tidak mudah menelan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya hanya karena sedang berstatus viral.
Jejak Prestasi dan Pengalaman sebagai Ambassador
Langkah advokasi Mouly tersebut didukung oleh sederet pencapaian dan pengalaman akademis maupun non-akademis yang terbilang luas.
Selain menorehkan prestasi spiritual sebagai seorang hafizhah 6 juz, ia berhasil menyabet posisi 3rd Runner Up Putri Hijabfluencer Jambi 2026 serta Juara 3 Golden Tiket Putri Hijabfluencer Indonesia.
Aktif di dunia kepemudaan membawanya terpilih sebagai BRILiaN Student Ambassador Bank BRI, SPARK Student Ambassador 2026 by ShopeePay, Brand Ambassador La De Parfume, hingga Campus Ambassador PopSurvey by Populix Batch 10.
"Seluruh pengalaman tersebut membentuk kapasitas komunikasi saya dalam menyampaikan pesan edukasi secara lebih luas," katanya penuh semangat sembari tersenyum manis.
Tantangan Disinformasi di Tengah Arus Digital
Meski media sosial menawarkan jangkauan pesan yang luas dan cepat, Mouly menyadari ada tantangan besar yang harus dihadapi.
"Salah satu persoalan utama adalah maraknya disinformasi kesehatan yang tersebar tanpa sumber yang jelas di ruang publik," tuturnya.
Dia mengungkapkan bahwa menyampaikan materi edukasi medis kepada publik membutuhkan kehati-hatian ekstra agar tetap terasa ringan tanpa mengurangi kadar akurasi ilmiah.
"Oleh karena itu saya terus berupaya mengemas materi penyuluhan secara relevan melalui format diskusi interaktif, sesi berbagi, serta kolaborasi lintas komunitas anak muda," ungkapnya menjelaskan.
Harapan untuk Generasi Emas Indonesia
Mouly meyakini bahwa generasi emas Indonesia tidak hanya diukur dari pencapaian akademik belaka, melainkan juga dari kedewasaan dalam memanfaatkan teknologi digital.
Dirinya memaparkan bahwa dukungan penuh dari orang tua, keluarga, dan rekan-rekan menjadi fondasi utamanya untuk terus berkarya di tengah kesibukan perkuliahan.
"Ke depannya saya berharap advokasi ini dapat terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak anak muda untuk menyaring setiap informasi yang diterima," sambung Mouly.
Melalui komitmen tersebut, media sosial diharapkan mampu menjelma menjadi ruang bertumbuh yang sehat dan membawa dampak nyata bagi masyarakat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


